Feb 14, 2016

CERITA PENJUAL BAKSO SUKSES

BY TATANG SUNARTA

Jangan pernah menyalahkan orang lain saat mereka memandang sebelah mata profesi kita (apapun itu selagi positif). Kenapa demikian? Karena bisa jadi diri kita adalah salah seorang dari penyumbang nilai negatif bukan positif.

Dalam sebuah kampung ada seorang penjual bakso yg sukses. Awalnya dia hanya mampu beli sepeda, lalu motor, dan lalu Mobil. Semua itu dia beli dari hasil jualan baksonya. Apa yg terjadi dikampung tersebut? Profesi menjadi tukang bakso menjadi trand dan sangat bergengsi karenanya. Begitulah awal mula munculnya central2 bisnis atau pengrajin sesuatu dlm satu daerah. Diawali dgn kesuksesan seseorang lalu kemudian diikuti yg lainnya. jadilah terkenal kampung tersebut dgn spesifikasinya.

Namun hal sebaliknya pun demikian. Saat ada seorang trader dlm sebuah kampung yg justru awalnya wkt masih kerja dikantor mampu membeli mobil namun setelah resign dan menjadi seorang trader alih2 bukan menambah jumlah Mobil tapi justru menjualnya. Tdk cukup berhenti disitu, selang beberapa waktu motornya pun dijual, tidak selang beberapa lama justru rumah yg dl mampu dibelinya justru digadaikan. Tak butuh waktu lama untuk rumah tersebut disita krn gagal bayar, alhasil hidup ngontrak bahkan hidup dari hutang dari satu warung ke warung lainnya. Setelah semua itu terjadi lalu anda meminta agar org lain memandang positif profesi anda? Hai kamu. ‪#‎IyaKamu‬. Banguuun!!! Sudah siang!!!!!

Jangan salah kan pasangan (suami / istri) atau orang tua atau siapapun itu, saat mereka meminta anda untuk berhenti melakukan suatu bisnis krn sangat terlihat anda bukan menuju ke kondisi membaik tapi sebaliknya. Mereka benar!!! Anda yg selalu melawan hati nurani demi sebuah logika yg salah!!! Ada anak yg harus sekolah, ada keluarga yg harus dinafkahi, ada org tua yg masih berhak mendapatkan titipan rezeki melalui tangan anda dimasa tua mereka. Jangan egois!!! Karena itu sy selalu menyarankan sadar dirilah dan tempatkan diri anda pada posisi yg benar. Realistis.

Logika saja. Tidak ada penjual bakso yg sdh rugi bertahun2, jual asset sana sini, gadai rumah dll tapi masih bertahan jualan bakso terus dan terus tanpa perbaikan. Itu namanya bertahan dalam posisi tenggelam. Kesuksesan dan kegagalan adalah MATEMATIKA yg bisa dihitung.

Seperti traffic light/lampu merah. Ada saat dimana harus maju, ada saat dimana harus berhenti, ada saat dimana harus berhati2. Krn itu saya membuat klasifikasi nasehat kapan harus berhenti (lampu merah), kapan harus hati2 (lampu kuning), dan kapan harus jalan terus (lampu hijau). Sikap anda jalan terus dgn kacamata kuda tanpa melihat kanan kiri akan membawa malapetaka dan kecelakaan yg menghancurkan.

Segeralah sadarkan diri kita masing2. Karena dlm dunia forex tidak ada yg mampu menolong kita selain diri kita sendiri. Bangun dan berubahlah atau pindah jalur dan mengulang perjalanan. Tidak ada noktah hitam dalam sebuah perjalanan kalau kita mampu untuk segera menghapusnya.

Jadikan lah diri kita bukti positif. Maka tanpa diminta orang sekitar akan memandang baik apa yg kita lakukan. Be realistic. Umur kita terlalu singkat klo hanya digunakan untuk menggambar mimpi tanpa pernah ada usaha untuk menggapainya. ‪#‎SalamSepur‬
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner