Cerita Pagi Tatang Sunarta


By Tatang Sunarta

Dari dulu penghasilan saya dan istri sebagai professional di holding company yg kami pimpin sdh menjadi milik org tua kami masing2 secara otomatis krn akan langsung di auto debit. Yg sedihnya orang tua saya sama sekali tdk pernah peduli akan rekening itu. Jangankan mengambil hanya untuk nge-check saldonya aja blm pernah. Seingat saya hanya sekali uang itu pernah ditarik, itupun hanya 30jt IDR dan itupun untuk beli pupuk dan bibit padi krn pada tahun 2010 lalu sawah dikampung saya kena hama.

Beliau tdk mengambil uang tersebut bkn krn banyak uang. Tapi karena beliau tdk mau merepotkan anak2nya. Beliau berdua lbh memilih terus bekerja dgn turun kesawah mengelola padi2nya wlwpun diumur beliau berdua yg sdh tdk muda lagi. Selain itu budaya dikampung saya melarang setiap org tua untuk menerima hasil jerih payah anaknya yg sedang merantau, kecuali dia sdh pulang kampung dan kembali menetap dikampung. Padahal zaman sdh demikian berbeda jauh. Tapi begitu lah org tua. Mereka punya caranya sendiri untuk bahagia.

Emak dan abah sy hanya mau menggunakan uang saya untuk umroh setahun sekali. Padahal sy sdh menawarkan kapanpun beliau mau umroh/haji bisa bilang kesaya, ga mesti setahun sekali. Tapi beliau berdua tetap menolak. Sejujurnya hati siapa yg tdk sedih klo dlm posisi saya?! Tapi org tua punya caranya sendiri untuk bahagia. Dan saya ikut bahagia saat mereka berbahagia.

Sampai pagi tadi emak saya tlp menanyakan alamat kantor pajak provinsi. Saya kaget, krn tdk biasanya beliau mau berurusan dgn birokrasi terlebih perpajakan. Akhirnya pagi tadi sy buru2 brngkt dari Surabaya. Ternyata nominal rekening atas nama emak sy tersebut dicurigai dgn data profesi emak sy yg seorang petani tulen. Terlebih lagi cash flow yg mereka anggap 'mencurigakan'. Krn itu org pajak butuh konfirmasi melalui wawancara mengingat maraknya kejahatan yg berkembang skrg. Krn emak sy ga tau apa2 akhirnya sy dan kepala cabang bank penerbit rekening emak sy yg diwawancara. Hasilnya kami hanya diminta untuk melengkapi berkas PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Sedangkan emak saya yg hanya duduk diruang kerja pimpinan pajak daerah hanya sesekali menghampiri dan bertanya "Aya naon sih!?" (ada apa sih?! -Sunday). Org tua selalu punya caranya sendiri untuk bahagia.

Hanya cerita pagi buat pemirsa...

0 Response to "Cerita Pagi Tatang Sunarta"

Post a Comment

Silahkan Tulis Komentar disini:

Ads

wdcfawqafwef