J U R U S JITU HADAPI DEBT COLECTOR

J U R U S JITU HADAPI DEBT COLECTOR, kayaknya menarik hehehe

Saya ambil postingan di Facebook dengan Inisial" Lepas Dari Hutang "

Ini saya bayar janji, mau posting cara hadapi Debt Colector DC yah,,, kalau manfaat silahkan komen atau share, kalau tidak mohon masukannya yg positif,, makasih.
------------ * -----------------
1. Hadapi Dengan Tenang dan Ramah, ketika mereka menelpon jawab dengan rileks jangan terpancing emosi dengan nada bicara dia ditelpon, jangan pula takut ketika dia datang kerumah temui sebagaimana tamu biasa, buatkan teh manis kalau perlu, buat obrolan-obrolan yang cair, kalau mereka datang sudah pasang muka kasar tetap tenang jangan panik apalagi takut karena memang itulah yang mereka inginkan, dengan tenang minta dia menunjukkan identitas dan surat tugas. Kalau gak bisa menunjukkan identitas apalagi tidak ada surat tugas dengan sopan suruh dia pulang, anda tidak punya urusan dengan mereka, tidak usah ditanggapi apapun perkataan mereka, kalau dia bisa menunjukkan identitas ataupun surat tugas pelajari dan baca surat tugas itu kemudian minta nomor telepon yang memberi tugas para penagih utang ini konfirmasi lewat telpon, anda juga perlu konfirmasi ke bank dimana anda punya kredit apakah benar memberi tugas pada nama yang tersebut untuk menagih. Bisa juga buat buku tamu suruh dia nulis nama alamat dan keperluan datang, dan tandatangan mereka. Ini menjadi penting bisa menjadi alat bukti ketika terpaksa harus berurusan dengan hukum.

2. Kalau mereka juga bersikap ramah dan enak, anda bisa menjelaskan dengan argumen yang bisa diterima bahwa sampai hari ini belum bisa membayar tagihan misal karena kondisi keuangan anda belum bisa untuk melakukan itu, sampaikan bahwa anda seorang muslim yang paham bahwa punya kewajiban membayar hutang, Anda belum bisa membayar bukan karena ngemplang tetapi karena keadaan yang benar-benar belum bisa, atau jika anda memang sengaja tidak mau bayar lewat mereka karena sedang mengumpulkan dana untuk menutup pokok saja siapkan alasan yang logis tanpa harus berbohong, minta doa kalau dia muslim agar diberi kemudahan untuk melunasi. Meskipun mereka terkesan santai saja jangan sekali-sekali anda berjanji apa-apa kepada para penagih utang, misalnya sampai menyebutkan hari/tanggal/bulan tertentu akan membayar. Karena mereka akan mencatat janji anda dan dilaporkan ke bosnya/banknya jika pada waktu yang anda tentukan itu tiba sudah pasti anda akan ditagih dan kalau tidak bisa membayar anda sudah melakukan pembohongan kepada mereka, katakan saja bahwa anda akan berusaha semaksimal mungkin secepatnya tanpa harus menyebutkan waktu.

3. Ingat di awal prinsip anda tidak akan membayar dengan DC, dengan sikap ramah para DC justru kadang anda akan terjebak untuk membuat komitmen-komitmen, biasanya anda akan disodori kertas dan bolpoin untuk membuat pernyataan kesanggupan, apapun bahasanya jangan sekali-sekali anda membubuhkan tandatangan atau menulis sesuatu yang sebenarnya anda sendiri tidak yakin bisa melakukannya sementara pernyataan yang anda tulis merupakan perbuatan hukum yang akan digunakan oleh bank, tolak dengan sopan segala bentuk pernyataan kesanggupan yang disodorkan.

4. Tetapi seandainya para penagih memakai kekerasan, misal bentak anda, menteror dengan kata-kata yang tidak seharusnya, anda bisa mengusir mereka. Anda bisa minta bantuan RT, RW, bahkan polisi. Anda komunikasikan pada salah satu anggota keluarga anda untuk mendokumentasikan apapun yang mereka lakukan dengan ambil foto dan sebagainya. Ini akan menjadi barang bukti yang berharga bagi anda.

5. Seandainya kekerasan berlanjut dan DC berusaha merampas barang kredit Anda, silahkan anda sebisa mungkin menolak dan mempertahankan supaya barang tetap dalam kekuasaan Anda. Jangan sekali-sekali memberikan kunci rumah atau kendaraan anda kepada mereka, ingatkan kepada mereka, bahwa jika mereka tetap melakukan pengambilan paksa itu merupakan kejahatan yang bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 junto Pasal 335.
Ingatkan bahwa dalam KUHP disebutkan yang berhak untuk melakukan eksekusi hanya pengadilan. Jika mereka memang mau mengambil paksa tentu harus membawa surat penetapan eksekusi. Masalah kredit macet anda adalah kasus perdata, yang penyelesaiannya adalah dengan peradilan perdata, tetapi tindakan mereka merampas barang milik anda adalah perbuatan pidana.

6. Jika DC eksekusi paksa segera ke kantor polisi dan laporkan secara detail peristiwa tersebut bawa alat bukti bersama beberapa orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Jelas tindakan DC ini bisa dijerat Pasal 368 dan Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 junto Pasal 335. Usahakan anda mendokumentasikan tindakan kekerasan yang dia lakukan, karena sering DC memanfaatkan kondisi lemah debitur yang didatangi untuk menakut-nakuti, mengancam, membuat malu dengan lingkungan, minimal dokumentasikan dengan kamera handphone anda.

7. Jika anda di kantor polisi ataupun polisi datang ke rumah anda, jangan sekali-sekali anda menyerahkan barang tersebut kepada polisi. Tolak dengan santun tawaran polisi. Pertahankan barang jaminan tetap di tangan Anda sampai Anda melunasi atau ada keputusan eksekusi dari pengadilan.
Berkonsultasi hukumlah kepada BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) di kota anda atau Lembaga Perlindungan Konsumen, jika anda punya teman, family atau tetangga praktisi hukum akan sangat membantu untuk konsultasi tanpa biaya.

Sekian

0 Response to "J U R U S JITU HADAPI DEBT COLECTOR"

Post a Comment

Silahkan Tulis Komentar disini:

wdcfawqafwef