saya ingin bahagia



Ini kisah nyata...:"Ingin sekali saya segera mencapai impian, biar saya segera berterima kasih kepada kegagalan dan air mata. Karena keduanya adalah bekal yang membuat saya terus berusaha dan kuat menjalani hidup dalam keterbatasan", Kalimat terindah  beberapa tahun lalu yang saya ucapkan saat hidupku dalam 'kehancuran'; tidak memiliki sahabat, hanya kambing-kambing putih yang menghibur dalam penggembalaan di ladang.... Bertemu dengan manusia lain berasa petaka, "paranoid kere" itu diriku yang aku baca.


Pada suatu pagi, keadaan saya  sedang tidak enak badan... enam kambingku berisik mengembik, saya tahu mereka pasti lapar. Saya tidak bisa bilang keadaan ini sama isteriku, karena Isteriku baru saja pergi seminggu lalu mengais rejeki di negeri orang. Ingin rasanya saya bilang, "Sayang...., kambing kita kelaparan, suamimu juga...catering sarapan dari ibuku belum datang. Tatapan mata saya kosong, tapi tersenyum memandang jauh tentang 'rencana Tuhan', "Engkau ingin memberi aku apa,, sampai Engkau membebani saya masalah yang tidak pernah terbayang sebelumnya, ya Allah...!" Tidak lama kemudian, Ayahku datang membawa daun-daunan untuk sarapan kambingku. Mungkin, ayah tidak tega melihat berisiknya mereka, kebetulan rumah orang tua saya tidak jauh hanya beberapa puluh meter saja. Ayahku juga tidak menegurku, mungkin tidak sampai hati... Itu yang aku rasakan. Tidak lama kemudian, ibu juga datang membawa jatah sarapan buat saya, tangannya digandeng anak-anakku. Sejak saya 'jatuh' anak-anak memang bersama ibu... Saya sepertinya menyesal,  tetapi saya tidak paham apa yang telah kusesalkan....

Matahari semakin naik, dan saya kedatangan tamu, Mulda Janu. Kami ngobrol sebagaimana biasa obrolan seorang trader yang masih punya mimpi... Trader kere semacam saya saat itu memang bahagianya saat-saat berkhayal... Badan ngrekes, sakit pun rasanya hilang. Kebahagiaan semu menyembuhkanku dari sakit psikis yang saya derita.

Anakku Atras datang... bermain-main mobil-mobilan di dalam rumah. Tiba-tiba menangis..menjerit-jerit... dan setelah aku lihat, Atras jatuh terpeleset dan wajahnya penuh darah mengalir deras, saya panik...! Ternyata didekat telinga kena pecahan gelas. Saya mati rasa... mau ke puskesmas tidak punya duit sepeserpun, kendaraan juga tak punya... Alhamdulillah, Kang Janu menolongku, "Ayo dibawa ke puskesmas.. pakai kendaraanku dan saya juga ada sedikit uang, insya Allah  cukup..!" kata Kang Janu...

Saya bersyukur, apa yang saya yakini bahwa selalu ada rencana Tuhan, memang terbukti... Jika saja Kang Janu tidak digerakkan oleh Allah untuk bertamu entah apalagi rencana Tuhan... Jadi saya tidak boleh marah dengan kondisi apapun yang menimpa saya dan keluarga. Ikhlas dan apapun yang terjadi terjadilah... Ini yang menguatkan langkahku untuk terus berusaha maju dan meraih sukses.

"Apa yang saya inginkan dari kehidupan?" Saya bertanya kepada diri sendiri. "Yah... saya ingin bahagia. Saya ingin memiliki kisah hidup bahagia." Saya masih punya banyak alasan untuk menjadi bahagia; isteriku rela dan ikhlas menjalani kehidupan yang berbeda jauh dari  yang diangankan sebelumnya, saya dikaruniai dua anak yang cerdas, memiliki orang tua yang selalu menurunkan kasih sayang...

Saya cukup untuk menyadari bahwa hidup adalah sementara, inginku jalani dengan apa adanya sekuat tenaga, banyak introspeksii diri... menjauh dari gengsi dan berjalan tidak boleh berhenti. Saya ingin menciptakan rasa bahagia, memotovasi diri adalah pekerjaanku, disaat tidak ada satupun yang memberi dorongan motivasi...untuk bertahan hidup maupun kuat dalam menjalani cobaan hidup.... Dan sepanjang jalan saya belajar banyak tentang bagaimana menjadi bahagia. Saat itu, menyendiri adalah kebahagiaan saya... menutup pergaulan, dan asyik dengan kambing-kambing saya. Saya juga memperdalam mengkaji tentang identitas diri; saya serba terbatas, tetapi saya ingin bahagia... Saya tidak punya apa-apa, tetapi saya harus bisa berbuat apa-apa. Saya bukan siapa-siapa, tetapi saya ingin suatu saat menjadi lebih sukses. Yang saya lakukan hanyalah 'berprasangka baik kepada Allah'.

Saya tahu, hidupku ibarat tubuh, telah kena iritasi.. tapi saya berusaha untuk tidak marah terhadap sebuah keadaan. Yang saya lakukan agar saya bisa tidur nyenyak adalah: memastikan bahwa saya telah membuang perasaan buruk sebelum tidur...



Dalam rangka menciptakan bahagiaku  yang sulit dengan kondisi terbatas seperti itu. Saya sering berpura-pura; jika saya merasa rendah saya sengaja bertindak ceria karena tidak memperdulikan apa yang sedang terjadi..., dan jika saya merasa marah pada seseorang, saya melakukan sesuatu yang bijaksana untuknya... dan ternyata perasaan saya terhadap dia melunak. Meski pura-pura, memaksakan diri untuk tetap 'baik', malah menjadikan diriku tetap merasa lebih baik dan hidup dengan nyaman.

Suatu ketika, ada penagih  hutang.. maklum orang banyak hutang. Mereka memaksa saya untuk menyiapkan uang malam itu juga, maka saya dengan tenang masuk ke dapur ambil pisau. "Mas, silahkan pilih jari mana yang akan  kau potong, kalau itu melunasi hutang-hutangku..! Tidak mungkin, malam ini ada uang sebesar itu, beli pulsa saja sudah tidak bisa?"

Pasti pembaca tahu, betapa pura-puranya saya 'rela' menyiapkan jari-jari tangan saya dipotong... Namun, sudah tidak ada cara lain agar malam itu saya bisa tidur nyenyak... Mereka pun pulang dan jari tangan saya masih aman dan saya kemudian bisa tidur nyenyak...! Saya menyadari, tantangan... cobaan... adalah sandang manusia. Bahkan dengan itu saya bersyukur, otak saya dirangsang dengan kejutan, dan jika berhasil... menghadapi situasi yang tak terduga itu, saya alami justru memberikan rasa kuat kepuasan. Saya merasa menang... dan dibelakang saya bisa tertawa...



Buku Karya Ninjaa Trader: Ayo yang belum memiliki buku Menjadi Trader Sakti dan The Psychologian Trader, silahkan order sebelum kehabisan stock..... Info harga klik DISINI



Dalam perjalanan selanjutnya, saya suka mengadakan perjalanan ke tempat asing... pergi dari 'rumah masalah' untuk sementara waktu; HP saya nonaktifkan.. Jika saya ingin buka, aktifkan kembali; saya minta bantuan orang lain untuk menghapus semua message di inbox. Ketika sudah clear, saya siap menggunakannya kembali. Saya salah? Oh iya... tidak apa-apa...! Aku lebih peduli dengan kesehatan jiwaku... Saya menikmati kesenangan kegagalan... karena dengan saya melakukan itu, saya bisa tertawa secara logis.. bukan karena gila..! Lucu, apalagi kalau Kang Janu yang saya serahi tugas itu... Kalau pas baca SMS di HP saya; kabar yang enak-enak bacanya keras, kalau yang pesan-pesan ngomel, marah..maki-maki  dia hanya bilang  "Lewat..!" sambil cengar cengir....
Saya tidak mau hidup dalam ketakutan... Saya telah berbuat salah, tetapi saya tidak mau hidup dalam kebersalahan... Saya tidak mau menghukum diri saya terus-terusan... Jika saya pilih memperlakukan 'tidak baik' kepada saya sendiri...yang terjadi adalah hilangnya kontrol untuk usahaku agar aku bisa bahagia....

"Saya harus menang...! Dan sekarang, saya telah menang...!  "Rencana Allah selalu lebih baik.."

Terima kasih telah mendengarkan kisahku...

0 Response to "saya ingin bahagia"

Post a Comment

Silahkan Tulis Komentar disini:

Ads

wdcfawqafwef