ORANG BODOH CEPAT BERPISAH DARI UANGNYA

Kali ini saya bahas yang enteng-enteng  aja, yg gak perlu mikir keras... Cukup mengikuti jari-jari ini ngetik...: Hemmm.... soal apa yaa? hemmm....!?


Soal... "Orang bodoh cepat berpisah dengan uangnya" (George Buchanan). Menarik? Wokey, lanjutkan..!

Kalau dibuat ada intro-nya, maka perhatikan kalimat-kalimat berikut: "Untung yang kecil itu jauh lebih baik daripada rugi...Tidak untung juga masih lebih baik daripada rugi..Rugi sedikit juga lebih baik daripada rugi banyak... Rugi banyak masih harus bersyukur jika belum habis.. Jika terpaksa habis, ya diikhlaskan..khakhakhakhakaha"

Apa yang sedang saya bicarakan sesungguhnya? Saya sedang bicara soal management risiko dan psikologi trading.

Anda jangan takut rugi...! Tapi juga jangan bodoh...! Kalau bisa jangan rugi, karena Untung yang kecil itu jauh lebih baik daripada rugi. Kalau belum untung, juga gak apa-apa, rejeki kan bukan urusan kita.Bukankah Kita sudah berusaha trading, sesuai analisa keilmuan kita... bahkan yg mengaku masih belum pinter, pun rela minta-minta ilmu kepada master trader. Tetapi koq belum untung, ya tawakkal. Kita gak bisa maksa rejeki harus turun begitu Anda transaksi, klik..! Jika rugi sedikit, ya..namanya juga bisnis perdagangan... Kalau mau untung terus ya, ganti namamu jadi UNTUNG.. nanti setiap detik, kamu itu UNTUNG..!

Asyiik, mulai rame.... Ya kalau Untung sdh keluar mulai rame... sayang SABAR temennya UNTUNG lagi minggat ke Kalimantan jadi gak bisa ngramein.. khakhakahakhakahaa

"Oh ya, bagaimana kalau risiko terpahit yang terjadi?"

"Lho, kamu sudah siap meresikokan seluruh modalmu belum untuk trading? Kamu siap loss maksimal berapa?"

"Saya modal $1000, saya siap loss 50%. Jika modal tinggal $500 aku WD modal saya dan mau buat usaha jualan balon saja... hihihihiii.."

"Hehehehe, mengapa tidak deposit $500 saja? lalu meresikokan seluruh danamu? Bukankah sama saja?"

"Hemmm...mungkin beda; seperti pemahaman 'uang lima ratus ribu dan uang setengah juta ...' Tapi  coba ntar aku konsultasi sama konsultan keuangan saya hihihi.."

"Okey, sekarang katakanlah ternyata yang terjadi benar, $500 cut loss.. tersisa $500 lagi. Misal kamu batal jualan balon, kemudian ingin deposit lagi $500. Bukankah kamu akan meresikokan lagi 50 % ..? Jika tersisa lagi $250 maka...maka....??? Tetap habis modal keseluruhan kamu..!"

"Lalu apa maksud dari semua ini?"

"Saya cuma mau bilang, "risiko di Forex itu 100 %!"

"Bagaimana kalau saya mencari profit cuma 5-10 % sebulan? Apakah itu aman?"

"Itu kan bicara profit? Kalau bicara risiko tetap 100%. Maka, jika ada investasi 8 % sebulan sekalipun di forex, risiko tetap maksimal 100 % duit habis..!tidak ada yang aman di forex...! Lha, sandal, kotak amal di masjid aja tidak aman...!"

"Hahahahahaha...Koq bisa seperti itu?"

"Ya iya.. coba misalnya transaksi dengan TP dan SL, karena menerapkan money management ketat.. tetapi jika tidak memiliki keahlian sama hasilnya: habis!Maka penerapan MM yang baik pun harus diiringi kemahiran trading.."

"Bagaimana kalau sudah mahir trading? Bagaimana penerapan MM-nya?"

"MM itu hak prerogatif trader, dialah yang mengetahui tingkat kemahiran tradingnya sendiri...! Cuma disarankan oleh para trader profesional dan senior itu agar bijaksana menerapkan MM-nya. Istilah bijaksana inilah yang "banyak makna", jadi tidak perlu diperdebatkan masalah MM... Yang penting mengetahui penerapan MM dan siap dengan segala konsekuensi yang ada.Anjuran agar menerapkan MM yang baik pun tidak salah, karena nubie khususnya dianggap belum memiliki tingkat 'kemahiran' meski tidak semuanya.Jadi mereka diharapkan sambil mengasah ketrampilan, belajar dan dana tidak akan cepat habis... Kalau habis modalnya kan untuk beberapa nubie ada yang kesulitan deposit lagi... atau menjadi gairah tradingnya hilang.. dan akhirnya meninggalkan forex selama-lamanya..!Nanti kan jadi facebook sepiiiii... hahahahahhahaaa.."

"Hahahhahahaa.....!"

"Sebenarnya, pasar valas/forex bisa menjadi sumber penghasilan, baik tambahan ataupun utama, bila kamu mulai dengan ekspektasi yang masuk akal. Anda harus meluangkan waktu untuk terus belajar dan tidak berharap menjadi kaya dalam sekejap. Sukses di valas, seperti sukses di semua bidang lain, memerlukan usaha keras dan waktu panjang dan biaya besar.

"Ya ya ya ya...!"

"Misalkan saja kamu adalah pemula, mulai bermain valas (investasi atau trading) dengan ekspektasi berlebihan seperti yang dijanjikan buku atau iklan. Setelah mencoba-coba beberapa bulan, kamu bukannya untung tapi malahan buntung. Modal kamu tambah sedikit tapi ruginya lebih banyak. Akhirnya, dengan sangat kecewa, kamu menyerah, menghujat pasar, Broker, dan berikrar tidak mau lagi tahu-menahu urusan trading.Makanya trading gunakan MM yang benar dan baik dulu, biar modalnya awet, selama itu kan (sambil belajar) jadi tambah mateng ilmunya di forex..Kalau pun loss suatu saat, tidak akan segera menyerah...Waktu demi waktu,kemahiran terlatih dan jadilah dia sukses di dunia forex."

"Ya ya ya ya... sekarang saya paham Kang...!Trader memang harus mengasah kecerdasannya.. kemahirannya...!"

"Ya, "Orang bodoh cepat berpisah dengan uangnya"



Buku Karya Ninjaa Trader: Ayo yang belum memiliki buku Menjadi Trader Sakti dan The Psychologian Trader silahkan order sebelum kehabisan stock......... Info harga klik DISINI



Kepareng....!

0 Response to "ORANG BODOH CEPAT BERPISAH DARI UANGNYA"

Post a Comment

Silahkan Tulis Komentar disini:

Ads

wdcfawqafwef