Nov 2, 2013

ANTARA USAHA KONVENSIONAL DAN TRADING FOREX


Orang hidup itu memiliki kebutuhan dan keinginan.. Nah, atas dasar inilah mengapa baiknya seorang trader juga memiliki usaha tidak dalam satu bidang. Maaf, ini pemikiran saya semata.

Biar tidak terlalu banyak kalimat, saya mau mengatakan  bahwa: untuk mencukupi kebutuhan hidup saya punya usaha real konvensional dan untuk mencukupi keinginan saya melakukan bisnis trading forex.


DISCOUNT BUKU mts

Saya pikir ini simple dan membuat wacana baru bahwa usaha real itu penting dan usaha trading forex juga sangat penting. Dalam kaca mata saya, keduanya telah  saya angap sebagai usaha real semua agar tidak terjadi polemik perbedaan pandangan...

Usaha konvensional real
Sebelumnya, saya suka cara berfikir sobat saya: mas Nanan Sunandar; Apa kata beliau?
“Orang berfikiran kalau tanpa ada pekerjaan tidak bisa makan, maka dia menggantungkan hidupnya dari bekerja. baik jadi karyawan/wiraswasta,.. tidak heran kalau setelah di PHK banyak yg stress,.. namun ada yg mereka lupakan, kalau sebagian pekerjaan bisa mencukupi untuk hanya sekedar makan bahkan lebih. contohnya saja Seorang petani, peternak, nelayan dari hasil penen bisa di konsumsi sendiri & sebagian bisa di jual lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup, bila hasil penen sudah cukup untuk stok/kebutuhan konsumsi. Hargailah pekerjaan yg jauh lebih mulia daripada hanya pekerjaan berupa hasil materi saja. Kita suatu saat akan sadar bahwa uang tidak bisa di makan. dan dari semua pekerjaan yang ada para Petani, para Peternak, dan para Nelayan sajalah yg lebih mulia profesinya untuk menghidupi & bermanfaat bagi banyak orang. Sementara sebagian lain nya hanya numpang makan saja, itupun kalau ada uang,.. jadi profesi mana yang lebih Berarti?? Mungkin nanti akan ada yg bilang saya bangga jadi anak Petani/Nelayan karena peranan mereka bisa menghidupi & bermanfaat untuk banyak orang. Kalau ada petani lewat dengan Pejabat lewat mana yg akan lebih dulu di hormati??”

Yang saya garisbawah disini adalah pekerjaan real adalah usaha mulia, apalagi hal tersebut berhubungan langsung dengan rejeki Allah atas jerih payah kita. Menjadikan kita orang yang bersyukur, terlebih jika memberi manfaat bagi orang lain. Betapa nikmat saat kita terima ‘upah’ dari jerih lelah kita... meski dibilang kecil tapi sungguh sangat indah untuk dinikmati.

Mencukupi kebutuhan hidup sandang, pangan, papan.. dan tabungan masa depan... ada baiknya di ambil dari hasil sektor real ini.. Maka bersyukurlah jika Anda telah memiliki  usaha yang benar-benar Anda bisa nikmati hasilnya di sektor real ini. Jika belum, mungkin Anda perlu mengusahakannya...

Trading forex
Keinginan orang hidup selain mencukupi kebutuhan pokok, juga ingin maju dan meningkat, tidak sekedar soal pangan sandang dan papan, tetapi juga keinginan aktualisasi diri... Keinginan tercukupi kebutuhan sekunder... bisa berarti kepemilikan kendaraan yang bagus, alat komunikasi  yang bagus.. tercukupi kebutuhan rekreasi.. dll.

Jangan utak utik hasil usaha konvensional.. mencukupi keinginan ini cukup dari hasil trading forex. Alangkah nikmatnya jika bisa WD dari akun yang profit lalu sebagai alat pemenuhan keinginan untuk maju... (kan bisa beli android, biar bisa ping BB dari HP china... atau beli apa kek yang disukai dan diinginkan.. Yang terpenting adalah membuat kita lebih bersyukur lagi kepada Allah Yang Maha Kuasa...)

Anda yang lebih tahu keinginan Anda...

Bagaimana kalau di forex loss? Nah ini alasan saya mengapa usaha konvensional menjadi penting untuk mencukupi kebutuhan pokok hidup... Karena jika mengandalkan semata dari trading forex dan kemudian terjadi MC, sementara kebutuhan jalan terus, hidup kita akan goyah dari keseimbangan... Ingat, tidak ada profit pasti di forex, seperti gaji rutin dari usaha konvensional (entah itu PNS atau karyawan atau memiliki bisnis real  sendiri)

Tetapi ada juga yang berpandangan lain, “no konvensional” Gak masalah.. alasannya jelas beda.. Mungkin karena mereka yakin dengan bukti selama ini sukses menghasilkan profit konsisten dari forex. Kedua, masalah kenyamanan dan mental tidak mau diperintah atasan, Ketiga, usaha konvensional mengganggu kenyamanan bisnis forex yang selama ini jelas yakin menghasilkan. Jadi tidak ada masalah apapun disini, tergantung orang yang melakoninya.

Coba baca pernyataan sobat saya ini MAX yang sudah bisa menikmati hasil dari forex:
Minggu kemarin ada seorang temen ku, satu alumnus denganku yang bekerja sebagai kepala staf administrasi pada sebuah perusahaan swasta datang ke rumah meminta ku untuk masuk bekerja sebagai salah satu staf administrasi di perusahaan tempatnya bekerja. lamaran kerja hanya formalitas, dia memastikan positif aku bisa bekerja di kantornya. selintas aku berfikir untuk menerima ajakannya dan meng-iyakannya, tapi hati ku sungguh tidak bisa berbohong, bahwa trading adalah sesuatu yang membuatku nyaman dan bisa menikmati hidup, aku tidak bisa meninggalkan trading hanya untuk bisa menjadi seorang pegawai kantoran / bekerja lagi pada sebuah instansi maupun perusahaan. Bagaimana pun aku tetap berterimakasih kepada temanku tersebut yang telah sudi memilihku untuk bekerja, dan aku tetap memilih trading sebagi profesiku, sebuah profesi kerja yang nyaman untukku. Disinilah bukti nyata bahwa uang dan status sosial bukanlah segalanya, kenyamanan dalam suatu bidang kerja adalah lebih utama. # Edisi : panggilan jiwa seorang full time trader

Nah, sekarang pilihan itu dihadapkan pada diri masing-masing.. Sudah siapkah Anda cukup hanya trading forex? Atau Anda masih membutuhkan usaha konvensional...?

Pilihan  ada pada Anda...dan tidak ada kesalahan terhadap pilihan Anda! Dan Anda bebas untuk memilih karena itu hidup Anda..!


Kabar baiknya, Anda bisa!

sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
untuk pemesanan buku silahkan klik http://www.tradersakti.com/#page-top

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner