Nov 17, 2011

BERITA EROPA HARI INI 17 NOP 2011

Diposkan oleh Ninjaa Trader at 08:32
pernyataan THE FITCH"lembaga pemeringkat utang" yg menyatakan krisis utang eropa akan mempengaruhi perbankan AS membuat wall street d tutup anjlok...selain itu kenaikan harga minyak d atas $100/bbl membuat investor semakin cemas dgn pemulihan ekonomi AS N EROPA...dampak kenaikan hrg minyak ini akan membuat tekanan inflasi kembali tinggi yg pd akhirnya membuat daya beli masyarakat ikut turun apa lagi saat ini AS N EROPA gencar melakukan PHK..tentu kenaikan hrg minyak akan semakin menyulitkan rakyat mereka...

dalam siaran pers BANK OF ENGLAND kemaren menyatakan risiko kontraksi ekonomi inggris semakin dekat,BOE juga mengatakan ekonomi inggris akan melembat sebagai dampak dari krisis utang eropa...sementara itu ECB d kabarkan akan mengeluarkan dana lebih banyak untuk membeli surat utang negara2 zona euro YANG TIDAK LAKU DI PASAR...yield obligasi ITALY telah melebihi 7% ini menandakan tingginya kecemasan investor akan risiko ekonomi Italy...so ... kita tunggu saja apa yg akan d lakukan THE FED,ECB,BOE,BOJ dan bank sentral G7 lainnya...salam sukses.

DISCOUNT BUKU mts

sudah banyak yang merasakan manfaat buku menjadi trader
sakti, ayo yang belum memiliki buku MTS ini silahkan order
sebelum kehabisan.....cek detail www.tradersakti.com

jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html


If you enjoyed this post and wish to be informed whenever a new post is published, then make sure you subscribe to my regular Email Updates. Subscribe Now!


Silahkan Untuk Anda Share:

Demi meningkatkan artikel ataupun materi-materi yang ada, kami selalu mengharapkan dan sangat menghargai komentar-komentar Anda

0 komentar:

Have any question? Feel Free To Post Below:

Silahkan Tulis Komentar disini:

 

© 2011. All Rights Reserved | CAFE TRADER | Template by Blogger Widgets

Home | About | Privacy Policy | Top