Sep 27, 2016

6 Tanda Anda Tidak Cocok Menjadi Pengusaha

0 komentar Diposkan oleh Ninjaa Trader at 09:36



Berikut ini adalah artikel tentang  Tanda-tanda Anda Tidak Cocok Menjadi Pengusaha. Yuk.. Kita simak...!

Banyak sekali orang yang mempunyai keinginan untuk mengelola bisnis atau usaha sendiri. Namun sayangnya, tidak semua orang punya kualitas yang dibutuhkan.

Dari sekian banyak yang mempunyai keinginan tadi kenyataannya hanya sekian persen yang akhirnya benar-benar memulai bisnisnya. Alasan paling sederhananya adalah tidak semua orang kuat menghadapi kerasnya persaingan di dunia usaha.

Mungkin anda sekarang juga sedang mengalami pergumulan yang sama. Anda sedang menimbang-nimbang apakah anda benar ingin memulai sendiri usaha anda; dan mungkin banyak lagi pertimbangan yang sekarang sedang ada perhitungkan. Beberapa faktor yang akan kami bahas selanjutnya mungkin bisa menjadi bahan masukan untuk anda.

1. Anda Lebih Memilih untuk Mematuhi Perintah
Secara umum ada 2 jenis pembagian dasar, Pemimpin atau Pengikut. Termasuk ke dalam type yang manakah anda?
Kalau selama ini anda lebih terbiasa (mungkin juga sudah nyaman) untuk hanya sekedar mengikuti perintah atasan, mungkin wira usaha bukanlah bidang yang cocok untuk anda.
Namun lain halnya untuk anda yang justru terbiasa (dan senang) untuk mengatur atau mengarahkan orang lain, membaca situasi – membuat keputusan, bisa jadi ini adalah salah satu tanda bahwa berwira usaha adalah dunia yang cocok untuk anda.

2. Anda Bekerja untuk Memenuhi Mimpi Orang lain.
Farrah Gray, seorang pebisnis, investor dan Philanthropist pernah menulis seperti ini : “Raihlah mimpimu sendiri, atau orang lain yang akan memperkerjakanmu untuk meraih mimpi mereka’  Yang mana yang akan anda pilih?
Anda bisa jadi termasuk type orang yang sudah puas dan merasa cukup dengan bekerja keras untuk orang lain. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Orang tua misalnya, mereka termotivasi oleh keinginan mereka untuk membantu anak-anak mereka dalam meraih cita-citanya. Para guru, mereka memberikan waktu dan hidup mereka untuk mengajar supaya murid-muridnya bisa mencapai mimpi mereka.

Tidak ada yang salah apabila anda membantu orang lain dalam proses untuk mewujudkan mimpi mereka. Tapi kalau anda juga punya mimpi sendiri, mungkin anda bisa mulai mempertimbangkan untuk berhenti memenuhi mimpi orang lain.

3. Anda Tidak Suka Bekerja Keras
Berwirausaha tidaklah semudah yang terlihat. Butuh perjuangan dan kerja keras. Akan sering sekali ada situasi dimana anda mungkin akan merasa ragu, tidak aman, kurang stabil dan bahkan tantangan-tantangan yang meresikokan ‘kewarasan’ kita.
Menjalankan usaha sendiri tidak akan terlihat seindah yang kita saksikan di film-film. Walaupun memang perjuangan tersebut setara dengan kepuasan yang akan anda dapatkan dari kerja keras dalam mewujudkannya. Ungkapan klise yang sering kita dengar seperti ‘work smart, not hard’ (bekerja cerdas, bukan bekerja keras) mungkin sedikit kurang relevan di sini. Pada saat menjalankan usaha sendiri anda justru harus bekerja keras dan cerdas. Kunci sukses berwirausaha tidak hanya karena kita mempunyai trik-trik cerdas, harus juga dikombinasikan dengan usaha keras yang terus menerus.
Kalau anda tidak siap dengan kondisi seperti itu – dan mungkin juga tidak mengharapkan kepuasan yang dimaksud, mungkin ini bukan pilihan usaha yang cocok untuk anda.

4. Anda dapat Bergaul dengan sangat baik dengan semua orang
Anda bisa melakukan test cepat dalam hal hubungan anda dengan sesama. Apakah anda mempunyai masalah dengan orang lain? Patah hati? Adu argumentasi?

Kalau tidak ada – walaupun mungkin ini ciri yang sedikit tidak lazim, anda mungkin bukan type orang yang cocok untuk menjadi pengusaha.

Menurut penelitian dan pengamatan ternyata pengusaha bukanlah type orang yang ramah,hangat atau sportif seperti yang biasa kita lihat. Para pengusaha justru cenderung mempunyai perilaku sosial dan norma-norma budaya yang sedikit di bawah standar. Majalah Fortune pernah membahas mengenai topik ini : “Want to find the future entrepreneurs in a room full of teenagers? Look for the boys who like to break a rule from time to time” (Ingin tahu seperti apa calon pengusaha di masa depan di suatu ruangan yang penuh berisi remaja? Coba lihat anak laki-laki yang selalu mencoba untuk melanggar aturan).

Pernyataan tersebut bisa dianggap logis karena sering kali kita menyaksikan bahwa para pengusaha adalah sekumpulan orang yang sering sekali melakukan perubahan dalam suatu jenis industri, mereka tidak suka dengan kondisi yang terlalu statis.

PsychCentral bahkan pernah melaporkan : Ada penelitian yang menemukan sebuah pola anti sosial di masa kecil banyak pengusaha.

Jadi, kalau anda kadang-kadang dicap sebagai ‘orang aneh’, membosankan atau terlalu terus terang jangan terlalu dipikirkan. Lakukanlah apa yang sudah lama ingin anda lakukan – mulailah bisnis anda.

5. Anda Melihat segalanya Baik-baik saja
Coba tanyakan ke diri anda sendiri, bagaimana cara anda melihat dunia dan lingkungan di sekitar anda? Apakah anda berpendapat bahwa semua terlihat baik-baik saja, atau ada beberapa hal yang menurut anda bisa diperbaiki? Kita tidak akan membahas mengenai type kepribadian yang Pesimis atau Optimis, namun perspektif anda bisa menjadi suatu penanda akan kecenderungan anda untuk menjadi pengusaha. Para pengusaha cepat sekali menemukan apa saja hal yang perlu mereka perbaiki. Mereka melihat trend apa yang perlu diubah. Mereka melihat kondisi dunia yang selalu  saja belum dalam keadaan sempurna.

USA Today melaporkan : “Para pengusaha selalu menemukan masalah baru untuk diatasi, karena kita juga harus mengakui bahwa sejujurnya banyak hal yang perlu diperbaiki di dunia ini”
Elon Musk misalnya, ia sangat tidak puas dengan cara pembayaran online yang pada saat itu berlaku. Ketidakpuasan itulah yang melatar belakanginya untuk meluncurkan PayPal. Pada saat ia tidak puas dengan merosotnya usaha eksplorasi luar angkasa, ia meluncurkan SpaceX. Pada saat ia melihat adanya ketergantungan akan sumber energi tradisional tidak tanggung-tanggung, ia meluncurkan SolarCity, Tesla Energy, Hyperloop dan Tesla Motors.

 Coba anda lihat kondisi sekitar anda, apa yang anda lihat?

6. Anda merasa lebih suka ikut arus
Kewirausahaan lebih sering merupakan kebalikan dari kebiasaan masyarakat kebanyakan. Kebanyakan dari kita tidak membiasakan diri untuk mengambil resiko. Kita terlalu sering menyeimbangkan faktor ‘keamanan’ dan ‘perkembangan’, bermain dengan keputusan-keputusan aman, investasi aman atau aset-aset yang beresiko rendah. Semua itu adalah hal-hal yang baik, namun di lain pihak kita juga pasti menyadari bahwa terkadang ada beberapa resiko yang perlu kita tempuh demi mencapai hasil yang lebih baik. Sayangnya kecenderungan kebanyakan dari kita untuk lebih memilih bermain aman dari pada menempuh resiko justru mengakibatkan kita kehilangan banyak potensi.

Orang-orang yang sudah merasa puas ketika ikut arus dari kebiasaan kebanyakan bukanlah pilihan kriteria orang yang cocok untuk dunia usaha.

KESIMPULAN
Berwirausaha bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Anda dapat sukses di bidang ini dengan kemauan kuat, kesabaran dan mempunyai passion yang kuat bidang yang anda kerjakan. Keenam tanda di atas juga bukan hal-hal mutlak yang tidak dapat diubah. Apabila anda benar-benar menginginkannya, jangan biarkan apapun atau siapapun menghalangi anda dalam mewujudkan mimpi anda.

sumber:
http://www.kelasinvestasi.com
Read More »

Sep 26, 2016

Menjadikan Trading Sebagai Profesi

0 komentar Diposkan oleh Ficky Septian at 21:17

Saya sudah cukup banyak melihat orang-orang yang awalnya hanya menjadikan Trading Forex sebagai pekerjaan sampingan. Kemudian, kini mereka kebanyakan telah menjadikan Trading Forex sebagai profesi. 

Hidup dengan profesi sebagai trader full time, tentu sangat beresiko. Coba kita liat PNS, setiap bulannya selalu dapat gaji yang pasti. Sedangkan kita yang menjadikan trading sebagai profesi hidup dalam sebuah ketidakpastian.

Ketidakpastian dalam Trading Forex ini sudah jelas kita ketahui penyebabnya adalah karena kondisi pasar yang selalu berubah-ubah. Faktor yang memperngaruhi naik-turunya trendline selalu berganti setiap waktu. Hal inilah yang menyebabkan hasil trading kita bervariasi, antara profit atau malah harus rugi karena loss terus.

Trading ini bukanlah profesi yang nyata, sebaik apapun analisis kita pada pasar selalu saja penuh ketidakpastian. Apa yang diharapkan kita pada pasar, tidak selalu sesuai dengan harapan. Ketidakpastian selalu membuat jantung kita deg-degan. Tapi dari semakin besat ketidakpastian itu selalu ada kesempatan yang lebih besar lagi.

Trader yang sakti selalu bisa mengantisipasi ketidakpastian dengan berbagai cara dan skenario. Ketidakpastian ini seharusnya tidak lagi menghambat kinerja para trader. Anda bisa sukses dengan cara mencintai ketidakpastian itu. Trader yang paling siap dengan ketidakpastian adalah trader yang lebih siap sukses.

Menjadikan trading sebagai profesi memang selalu membuat kondisi kita tidak menentu. Karena itu hadapilah ketidakpastian dengan skenario yang baik. Jika tidak tau caranya silahkan belajar dari para master. Jika malu cobalah untuk memulai membaca buku. Salah satunya adalah buku "THE PSYCHOLOGIAN TRADER"

Jika berminat order, lanjutkan infonya (sinopsis) ke link berikut ini: order buku 

Atau singkatnya:
Harga Buku: Hanya Rp.175.000 (330 halaman) -sudah termasuk ongkir -diseluruh wilayah Indonesia- . Silahkan order, SMS ke 082199976000.
Read More »

Sep 24, 2016

Jangan Takut Pada Kegagalan

1 komentar Diposkan oleh Ficky Septian at 23:57

Saya memiliki beberapa teman yang begitu percaya dengan masa depannya yang cerah. Mereka begitu tergila-gila untuk menginvestasikan segala hal yang dimiliki demi masa depan. Mengenai uang beberapa dari teman saya ada yang mulai menabung, sebagian ada yang membuat polis asuransi, lalu tidak sedikit yang memilih untuk membangun sebuah usaha. Paling menarik disini adalah ketika saya bertemu dengan seorang teman yang menginvestasikan uangnya pada Trading Forex.

Investasi apapun jenisnya kadang tidak selalu menguntungkan, bahkan cukup banyak orang di Indonesia yang merugi karena investasi. Kalo sudah rugi, biasanya tidak mau berinvestasi lagi. Namanya juga takut gagal lagi. Kegagalan memang terkadang selalu membawa trauma. Oleh karena itu, banyak orang yang takut pada kegagalan. Saya sendiri juga salah satu orang yang tidak menyukai suatu kegagalan. Namanya juga manusia biasa, selalu mencari cara untuk menghindari penderitaan.

Sejak kecil mungkin kita selalu dikondisikan untuk tidak melakukan sebuah kesalahan. Peraturan di rumah, sekolah dan tempat kerja diciptakan bukan untuk dilanggar. Kesempurnaan akan ketaatan peraturan yang ada, membuat kita semua menjadi sulit untuk bergerak diluar zona nyaman. Padahal zona nyaman tidak selamanya aman. Keluarlah dari zona nyaman dan tetaplah hadapi apapun bentuk kegagalan. Karena semuanya adalah sebuah proses untuk menuju kesuksesan.

Waktu kecil saat berlatih naik sepeda, anak yang sering jatuh justru adalah anak yang paling cepat mahir naik sepeda. Karena waktu jatuh, ia mau keluar dari zona nyaman dan mencoba lagi. Kejatuhan itu menjadi pelajaran baginya, untuk berusaha bagaimana caranya tidak jatuh lagi. Tapi anak yang jatuh sekali, kemudian berhenti mencoba naik sepeda lagi, seumur hidupnya tidak akan pernah bisa naik sepeda.

Sikap positif mengakui bahwa kegagalan sebagai pengalaman belajar, adalah hal yang akan membantu Anda menuju kesuksesan. Kegagalan adalah hadiah yang menawarkan kesempatan untuk tumbuh lebih baik. Begitu pula kegagalan saat berinvestasi. Apapun bentuknya yang sebenarnya paling beresiko adalah menginvestasikan uang pada Trading Forex.

Saya pernah menginvestasikan uang saya pada Trading Forex. Walaupun dengan modal seadanya akhirnya saya pun merasakan sedikit profit. Sedikit profit ini membuat saya lupa diri hingga akhirnya saya harus kehilangan semua uang yang telah di investasikan. Karena takut gagal lagi, mungkin saya harus berhenti dari Trading Forex. 

Padahal sesungguhnya ada lebih banyak orang yang kehilangan cukup banyak uangnya di Trading Forex. Kenyataanya kini mereka sudah tidak menelan pil pahit lagi bukan? Mereka sudah menjadi orang-orang yang sangat berkecukupan. Tentu saja semua hal itu didapat ketika kita tidak menyerah. Jika masih bisa berjuang, hilangkanlah semua perasaan putus asa itu dan kembalilah untuk berani berinvestasi. Jika saja orang-orang tadi sudah berputus asa, mungkin Anda sendiri tidak akan membaca artikel ini.

"Kegagalan Bukanlah Suatu Keterbalikan dari Kesuksesan, 
Namun Kegagalan adalah Bagian dari Kesuksesan"

Sebuah pengalaman mengenai kegagalan dari seorang trader adalah cerita yang sangat menarik untuk dibagikan kepada para pembaca. Oleh karena itu, beberapa trader menulisnya dalam sebuah buku.

Buku Wajib: THE PSYCHOLOGIAN TRADER
Jika berminat order, lanjutkan infonya (sinopsis) ke link berikut ini: order buku

Atau singkatnya:
Harga Buku: Hanya Rp.175.000 (330 halaman) -sudah termasuk ongkir -diseluruh wilayah Indonesia- . Silahkan order, SMS ke 082199976000. 
Read More »
 

© 2011. All Rights Reserved | CAFE TRADER | Template by Blogger Widgets

Home | About | Top